Jumat, 20 November 2015

Buku Kehidupan part 1

mataku tersayu-sayu rasa kantuk masih kualami dan aku bertanya pada diriku sendiri "dimana diriku berada?", aku tak dapat membuka kedua mataku, tubuhku tak ada kekuatan untuk bergerak bangun.

hembusan seseorang dengan nafas yang pelan  namun sangat sejuk terasa di bawah punggungku kemudian menjalar ke bagian atas pundak hingga ke ubun kepala, itu seperti setruman kecil yang cukup untuk memberikanku tenaga .....
tapi tunggu dulu, siapa orang yang telah menghembuskan nafas itu? kutengok sekellilingku tapi tak ada seorangpun, apakah aku tadi hanya bermimpi ? rasanya kejadian tadi begitu cepat berlalu.

kubangunkan tubuhku dan kubersihkan bajuku yang sudah tertempel oleh pasir, tapi aku kembali meyenderkan diriku di kumpulan pasir itu dan menghela nafas sambil mengambil sekelumit pasir yang kutaruh ditanganku dan ku tiup hingga membumbung ke langit dan jatuh kembali ke asalnya..

kulakukan itu berkali kali tanpa merasa bosan namun entah mengapa seketika hatiku merasa sepi, bayangan masa laluku terniang dalam pikiranku walau aku tak dapat melihatnya dengan jelas tapi aku dapat mengetahuinya gambar apa itu.
seketika itu juga air mataku menetes jatuh ke pipiku aku merasakan pilunya perasaan ini bila mengingat momen itu kembali ..

sontak tiba-tiba nuraniku berbicara "tinggalkan, semuanya sudah berlalu!" tetapi pikiranku mengelak "hah apaan sih?," aku tetap memanjakan  rasa itu ada dalam diriku

hanya suasana hening dan desiran ombak yang kudengar tak seorangpun ada disini...
semakin kusimpan rasa itu semakin hatiku merasa pedih.
nuraniku berbicara lagi"buang kepahitanmu!"aku tak bisa ini terlalu sakit? "Bisa!".
kugenggam pasir yang ada didekatku dan kuhentakan ke langit-langit sambil bertanya-tanya "Apa yang harus Aku lakukan?" aku diam dan menunggu jawaban itu tapi jawaban itu tak kunjung datang.........................

leher belakangku terpercik oleh air, aku menatap ke sekelilingku "Hei siapa yang melakukan ini?" tanyaku dengan sebal.
lagi-lagi tak ada seorangpun disini hanya aku sendiri..
aku terus berjalan entah kemana mau kubawa diriku ini, aku berjalan tanpa alas kaki tapi lembut pasir membuat telapak kakiku nyaman tidak merasa sakit sedikitpun.
dari kejauhan sana aku melihat seseorang sedang menatapi laut pantai sedang duduk di atas batu yang besar dan kokoh. aku penasaran siapakah dia? apakah orang yang mengisengiku tadi?.

kugerakan kakiku lebih cepat dari sebelumnya bahkan aku berlari hingga nafasku terengah engah tapi aku tak peduli rasa penasaranku mengalahkan rasa lelahku..

akhirnya aku sampai juga disana, ia mengenakan jubah hitam panjang hingga menutupi kakinya.
"hei nak sedang apa kau disini?"...ia hanya diam saja lalu kucoba untuk mendekatinya agar dapat melihat wajahnya karena aku berada di belakangku.
aku menengok ke wajahnya lho wajahmu mirip dengan wajahku waktu kecil apakah engkau diriku?
BERSAMBUNG.....